Tampilkan postingan dengan label fabel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label fabel. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 November 2015

Ngik-Ngik-Ngik


Hai, Nyet!
Oops… ngik-ngik! Lupa!
Iya, kita sama-sama monyet!
Ngik-ngik-ngik…
Hei-hei-hei… lihat tuh!

Nah, bener yang ini!
Iya, aneh ya ngik-ngik-ngik…
Nipuin sesama manusia ngik!
Gondol emas… wiih! Duit segepok!
Apa…? Empat bulan?????????
Ngik-ngik-ngik… cabul juga?
Ngik-ngik, sama kek kamu juga ngik!
Ngik-ngik-ngik… aku juga!

Lhaa yang ini juga parah ngik!
Ngumbar kemaluan ke mana-mana!
Ngik-ngik-ngik, pura-pura gila????
Sama! Iya… sama kek kamu juga ngik!
Ngik-ngik-ngik… aku juga!
Nah itu ngik! Iya… yang itu!
Mateni dua nyawa lhoo ngik!
Iya… empat bulan juga!
Ngik-ngik-ngik, sakit? Kooperatif?
Ngik-ngik-ngik, gila! Karena kuliah di luar negeri?

Di sini lebih adem ngik!
Lihat tuh! Matahari! Menyegat tau!
Iya, berlindung, biar aman!
Ngik-ngik-ngik…
Eeh, kenapa ngik!
Tawamu kek manusia itu!
Ngik-ngik-ngik… aneh!
Masak monyet kena asma!
Monyet mah, bawanya HIV, ngik-ngik-ngik…

Kamu benar ngik!
Lebih enak jadi monyet ngik-ngik-ngik…
Iya, aku serius ngik!
Nyuri buah apa aja gak ketangkap!
Ngik-ngik-ngik
Iya, buah pisang, ngorek singkong ngik-ngik!
Eeh?? Kau gila ngik! Ngik-ngik-ngik
Segitunya?
Nyuri buah lainnya? Seperti manusia itu?
Waah… ngik-ngik-ngik
Iya juga ya, kamu benar!
Dari buah jeruk ampe buah dada
Buah peti juga, ngik-ngik-ngik… buah dalam celana?
Ngik-ngik-ngik kau gila!
Ngorek ibu bumi, ladang orang…
Ngik-ngik-ngik, ngorek dalam rok?
Kau gila!

Naik lagi ngik! Lebih tinggi!
Tuh lihat! Si gajah! Si pengadil rimba!
Weee… ngik-ngik-ngik
Badan gede gak bisa apa-apa!
Ngik-ngik-ngik…
Gading panjang sangar tapi tumpul, ngik-ngik-ngik!
Belalai panjang tapi impoten!
Ngik-ngik-ngik, ngeludah ke mana-mana!

Ayoo ngik, kita kabur ngik!
Ngik-ngik-ngik…
Biarin si gajah nyari kambing gunung!
Eeh, salah! Ngik-ngik-ngik…
Kambing hitam
Ngik-ngik-ngik…


TULISAN INI PERTAMA KALI DIPUBLIKASIKAN DI WWW.KOMPASIANA.COM COPASING DIZINKAN DENGAN MENYERTAKAN URL LENGKAP POSTINGAN DI ATAS, ATAU DENGAN TIDAK MENGUBAH/MENGEDIT AMARAN INI.

Minggu, 08 November 2015

Kwek-kwek-kwek


Hai juga kwek!
Ada apa dengan bulu punggungmu?
Kwek…
Sama!
Kau lihat kwek, sayapku! Kena genangan minyak, kwek!
Aku serius!
Yaah… benar! Jadi tidak bisa terbang! Kwek-kwek-kwek…
Sarang kita gak hijau lagi, kwek! Iya kwek!
Kuning berkabut… kwek!
Si Punai? Iya kau benar kwek! Ia sudah pindah…
Kwek-kwek-kwek… si Kuntul juga kwek!
Eeh iya, si Puyuh masih terlihat kwek, lusa!
Si Bangau?
Eeh?! Kwek-kwek-kwek… dia juga pindah!
Mau bagaimana lagi?
Hijau lenyap, kwek… berganti kuning kering kerontang, kwek-kwek!
Lihat aja tuh kwek! Rig besi turun-naik!
Iyaaa… sama persis mainan bocah TK anak manusia itu!
Kwek-kwek-kwek…
Kasihan ibu bumi ya, kwek! Disedot terus…
Pasti harta mereka melimpah tuh, kwek!
Kwek-kwek-kwek… tapi,
Katanya gajinya gak cukup kwek!
Makanya sedot terus kwek…
Kwek-kwek-kwek… sedot istri?
Kau gila! Kwek-kwek-kwek…
Kau benar! Hiks… kwek! Sungai ini gak jernih lagi!
Tertutup minyak kwek! Kotoran!
Apa…?
Kwek, kau serius? Pindah juga? Meninggalkanku?
Kwek… hiks, sayapku berlumuran minyak, kwek!
Kau lihat! Aku tidak bisa terbang!
Kwek, jangan pergi!
Kwek...!

TULISAN INI PERTAMA KALI DIPUBLIKASIKAN DI WWW.KOMPASIANA.COM COPASING DIIZINKAN DENGAN MENYERTAKAN URL LENGKAP POSTINGAN DI ATAS, ATAU DENGAN TIDAK MENGUBAH/MENGEDIT AMARAN INI.

Sabtu, 07 November 2015

Celoteh si Pipit


Hei teman!
Wah… kau rajin sekali, mengutip lembar ilalang.
Tidak begitu baik, kamu?
Aneh! Yang mana?
Hoo… itu! Kamu benar, aneh!
Manusia itu memang aneh. Digiring Polisi, KPK…
Dia masih tersenyum, sumringah.
Kamu benar! Dia memang aneh!
Lihat!
Dia melambaikan tangannya… ha-ha-ha.


Pindah! Baiklah…
Nah, kita di sini saja!
Hei-hei-hei… lihat itu!
Ck ck ck, hancur! Remuk tuh muka!
Kasihan juga.
Ahh… serius?! Cuman sendal? Sepasang sendal?
Woow…


Di sini lebih asyik… ya di sudut sini!
Lihat tuh!
Berapa tahun?
Eeh… setahun! Untuk sebatang singkong, setahun?!
Astaga! Kasihan sekali nenek itu!
Aku tidak kuat di sini, pindah ke sana saja!


Nahh… di sini lebih nyaman.
Eeeh… benar! Aku juga melihatnya!
Gimana kalo hujan lebat? Banjir?
Dua bocah itu bisa tenggelam, kan?
Kenapa? Ha-ha… kau jangan bercanda!
Mereka itu yatim!
Terpaksa tidur di dalam parit!

Sudahlah… di sini saja!
Wooow… lihat!
Benar, sepertinya begitu!
Enak sekali makan mereka…
Kau gila! Ingin menjadi manusia?
Wahh, benar juga! Bisa makan enak! Padahal dalam penjara!
Hebat! Ada televisinya juga! Wiiih… lemari pendingin!
Mana? Yang mana?
Hoo… kasihan ya! Dia juga dalam tahanan. Tapi hampa!
Apa??? Salah tangkap katamu!?
Woow…


Sudahlah, kita pergi saja!
Antarkan ilalang kering ke istrimu!
Iya… aku juga!
Lebih baik memintal benang, bikin sarang!
Iya bocor sih, kurang serat ilalang.
Baiklah! Salam juga untuk keluargamu!

***
TULISAN INI PERTAMA KALI DIPUBLIKASIKAN DI WWW.KOMPASIANA.COM COPASING DIIZINKAN DENGAN MENYERTAKAN URL LENGKAP POSTINGAN DI ATAS, ATAU DENGAN TIDAK EMNGUBAH/MENGEDIT AMARAN INI.

Rabu, 25 Februari 2015

Di Ujung Tanduk

Di Ujung Tanduk


Alamku gersang
Hutanku hilang
Rimbaku kerontang
Ke mana diri akan pulang?
-
Tiada lagi dahan juga ranting
Tempat kami bernaung di terik mentari
Tiada lagi dedaunan rimbun menghalang pandang
Pelindung dingin menusuk kala hujan menyirami
…hanya selembar daun kering
Untuk diri
-
Tiada lagi wangi nektar di ujung ranting
Putik mewarna di tiap tampuk batang
-
Ke mana lagi mencari makan?
Mendekat sedikit saja diri disingkirkan
Satu peluru saja cukup menghentikan
Kenapa tega membidik hingga puluhan?
-
Katakan pada kami
Apa keinginan kalian?
Teriakkan pada ibu bumi
Kuasai semua yang kalian inginkan
Siratkan pada Ilahi
Tantanglah ketetapan
-
Tidakkah cukup semua tindakan?
Tidakkah terpenuhi segala keinginan?
Cukup cukuplah sudah tolong hentikan
Jangan hancurkan kehidupan hutan
-
Tidakkah kalian berpikir lagi?
Apa jadinya ibu bumi tanpa kami?
Bahkan jika cacing dimusnahkan
Ibu bumi tiada akan bertahan
-
Tidakkah kalian sadar?
Tanpa kalian ibu bumi tetap bertahan
Selamanya…
-
Nasib kami di ujung tanduk
Masih adakah yang lebih buruk?

***
Hasil penelitian mengatakan; jika seekor cacing saja dimusnahkan dari muka bumi, maka bumi hanya akan bertahan untuk seratus tahun. Namun bila manusia yang dimusnahkan, maka bumi akan bertahan selama-lamanya.
So… sobat, think about it!
#GreenPeace #SaveAnimalLive #SaveIndonesianWildLive
 --------------------------------------------------------------------------------------------------------------
TULISAN INI PERTAMA KALI DIPUBLIKASIKAN DI WWW.KOMPASIANA.COM, COPASING DIIZINKAN DENGAN MENCANTUMKAN URL POSTINGAN DI ATAS DENGAN TIDAK MENGUBAH/MENGHAPUS/MENGEDIT AMARAN INI.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------- 
sumber ilustrasi; http://ecoteerresponsibletravel.com/wp-content/uploads/2012/09/Orangutan-Pygmy-elephant-conservation.jpg 

Minggu, 15 Februari 2015

Kwek-Kwek-Kwek

Kwek-Kwek-Kwek


Hai juga kwek!
Ada apa dengan bulu punggungmu?
Kwek…
Sama!
Kau lihat kwek, sayapku! Kena genangan minyak, kwek!
Aku serius!
Yaah… benar! Jadi tidak bisa terbang! Kwek-kwek-kwek…
Sarang kita gak hijau lagi, kwek! Iya kwek!
Kuning berkabut… kwek!
Si Punai? Iya kau benar kwek! Ia sudah pindah…
Kwek-kwek-kwek… si Kuntul juga kwek!
Eeh iya, si Puyuh masih terlihat kwek, lusa!
Si Bangau?
Eeh?! Kwek-kwek-kwek… dia juga pindah!
Mau bagaimana lagi?
Hijau lenyap, kwek… berganti kuning kering kerontang, kwek-kwek!
Lihat aja tuh kwek! Rig besi turun-naik!
Iyaaa… sama persis mainan bocah TK anak manusia itu!
Kwek-kwek-kwek…
Kasihan ibu bumi ya, kwek! Disedot terus…
Pasti harta mereka melimpah tuh, kwek!
Kwek-kwek-kwek… tapi,
Katanya gajinya gak cukup kwek!
Makanya sedot terus kwek…
Kwek-kwek-kwek… sedot istri?
Kau gila! Kwek-kwek-kwek…
Kau benar! Hiks… kwek! Sungai ini gak jernih lagi!
Tertutup minyak kwek! Kotoran!
Apa…?
Kwek, kau serius? Pindah juga? Meninggalkanku?
Kwek… hiks, sayapku berlumuran minyak, kwek!
Kau lihat! Aku tidak bisa terbang!
Kwek… jangan pergi!
Kwek!
 ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
let'sgo green, save our world, green peace
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------